Profil

Tentang Andrie Wijaya

Foto Andrie Wijaya, product thinker dan problem solver dari Pontianak

Aku Andrie Wijaya, seorang product thinker dan problem solver yang berbasis di Digital. Aku mendokumentasikan proses memahami masalah dunia nyata, lalu merancang bagaimana teknologi dapat menyelesaikannya.

Siapa Aku

Aku tidak ingin dikenal sekadar sebagai AI engineer, software engineer, atau programmer. Aku ingin dikenal sebagai seseorang yang mampu melihat masalah di dunia nyata, memahami akar penyebabnya, lalu mendesain solusi digital yang benar-benar bermanfaat.

Teknologi bukan tujuan utamaku — teknologi hanyalah alat untuk menyelesaikan masalah. Yang membuatku bersemangat bukanlah coding, AI, atau framework terbaru, melainkan menemukan proses yang tidak efisien dan membayangkan bagaimana proses tersebut dapat dibuat jauh lebih sederhana.

Cara Berpikirku

Ketika melihat suatu aktivitas, pertanyaan pertamaku bukan “teknologi apa yang bisa dipakai?”, melainkan:

  • “Kenapa proses ini masih seperti ini?”
  • “Kenapa belum didigitalisasi?”
  • “Apa yang membuat belum ada solusi yang benar-benar dipakai?”

Aku menikmati proses memahami bagaimana suatu sistem bekerja sebelum mencoba memperbaikinya — melalui observasi, wawancara, dan rasa penasaran terhadap proses bisnis di industri apa pun.

Cara Kerjaku

  1. 01Menemukan fenomena menarik di kehidupan nyata.
  2. 02Bertanya mengapa proses tersebut masih dilakukan dengan cara sekarang.
  3. 03Mencari tahu proses bisnis sebenarnya melalui observasi atau wawancara.
  4. 04Memahami alasan mengapa solusi belum diterapkan.
  5. 05Merancang kemungkinan solusi digital.
  6. 06Mendokumentasikan seluruh proses berpikir tersebut.

Fokus Saat Ini

Spesialisasi: Cloud Infrastructure, Software Engineering, & AI Engineering

Sedang mendalami: Software Engineering

Dengan berkembangnya AI agent, nilai utamaku bukan pada menulis kode, melainkan pada kemampuan menemukan masalah yang layak diselesaikan, memahami kebutuhan pengguna, memetakan alur bisnis, merancang solusi, dan mengarahkan implementasinya.

Teknologi akan terus berganti — hari ini AI, besok mungkin yang lain. Yang tidak berubah: ketertarikanku pada masalah nyata dan bagaimana menyelesaikannya.

Terhubung