Back to Archive
2026Next.js, FastAPI, Supabase, Gemini

Kedut - Kemana Duitku?

AI-powered expense tracker yang mengintegrasikan Gemini API untuk memudahkan pencatatan keuangan lewat aplikasi messaging.

Kunjungi Proyek

Masalah

Aplikasi pencatat keuangan jarang gagal karena kurang fitur — mereka gagal karena mencatat itu sendiri merepotkan. Buka aplikasi, pilih kategori, isi form: terlalu banyak langkah untuk transaksi sekecil beli bakso. Kebanyakan orang berhenti mencatat sebelum kebiasaannya sempat terbentuk.

Yang Aku Rancang

Kedut (singkatan dari "Kemana Duitku?") menurunkan friksi pencatatan sampai sedekat mungkin dengan nol:

  • Catat lewat chat. Kirim pesan seperti "bakso 15k" ke bot Telegram dan transaksi tercatat — tidak perlu membuka aplikasi lain di tengah aktivitas.
  • Parser bahasa natural tiga lapis. Input diproses bertahap: parser lokal dulu, lalu Gemini AI, dengan fallback terakhir — sehingga "makan 35rb" maupun "gaji 10jt" tetap dipahami dengan biaya API seminimal mungkin.
  • Review sebelum simpan. AI hanya mengusulkan hasil parsing; tidak ada transaksi yang tersimpan otomatis tanpa konfirmasi pengguna.
  • Dashboard web untuk analisis. Tren pengeluaran, rincian kategori, gauge progres tabungan, dan insight berbahasa Indonesia yang bisa langsung ditindaklanjuti — misalnya "jajan kopi naik 10%, coba kurangi 2x minggu ini".

Keputusan Desain

Pencatatan cepat dan analisis mendalam sengaja dipisah ke dua kanal: bot Telegram untuk momen transaksi, dashboard web untuk waktu evaluasi. Satu antarmuka yang mencoba melakukan keduanya biasanya berakhir buruk di keduanya.

Teknologi

Next.js + Tailwind CSS (web), FastAPI/Python (backend & NLP), Supabase (PostgreSQL + auth), python-telegram-bot, Google Gemini.

Studi kasus dari arsip proyek Andrie Wijaya.